WELCOME

Selasa, 18 September 2012

PROGRAM PERENCANAAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)




Kondisi kesehatan ibu dan anak saat ini masih sangat penting untuk ditingkatkan serta mendapat perhatian khusus. Menurut data Survei demografi Kesehatan Indonesia diperkirakan sekitar  1 orang ibu meninggal setiap 1 jam akibat kehamilan, bersalin dan nifas. Serta setiap hari 401 bayi meninggal. Hal ini secara keseluruhan disebabkan latar belakang dan penyebab kematian ibu dan anak yang kompleks menyangkut aspek medis yang harus ditangani oleh tenaga kesehatan. Penyebab kematian ibu yang terbesar secara berurutan disebabkan terjadinya pendarahan, eklamsia,infeksi, persalinan lama, dan keguguran.
Kematian bayi sebagian besar disebabkan karena Bayi Berat Lahir Rendah, kesulitan bernapas saat lahir dan infeksi.
Upaya penurunan kematian ibu dan bayi, dapat dilakukan dengan peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendekatkan jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi ( P4K ) yang memerlukan dukungan keterlibatan keluarga, kader, masyarakat, serta petugas kesehatan. Melaui kegiatan P4K, ibu, keluarga dan masyarakat diberdayakan untuk meningkatkan kemandirian antara lain dengan membuat perencanaan persalinan dan mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan, persalianan dan nifas serta memenfaatkan Buku KIA ( Buku Kesehatan Ibu dan Anak )
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah suatu kegiatan di keluarga dan masyarakat yang difasilitasi oleh bidan dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya komplikasi pada saat hamil, bersalin dan nifas. Termasuk perencanaan menggunakan metode Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan dengan menggunakan  stiker P4K sebagai media pencatatan sasaran dalam rangka meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan.

Manfaat P4K : 
Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir melalui peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi dan tanda bahaya kebidanan dan bayi baru lahir bagi ibu sehinggaa melahirkan bayi yang sehat

Tujuan Pemasangan Stiker P4K       
1.      Penempelan stiker P4K disetiap rumah ibu hamil dimaksudkan agar ibu hamil terdata, tercatat dan terlaporkan keadaannya oleh bidan dengan melibatkan peran aktif unsur-unsur masyarakat seperti kader, dukun dan tokoh masyarakat.
2.      Masyarakat sekitar tempat tinggal ibu mengetahui ada ibu hamil dan apabila sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan masyarakat siap sedia untuk membantu. Dengan demikian, ibu hamil yang mengalami komplikasi tidak terlambat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Jenis-jenis kegiatan P4K yang dilakukan untuk “Menuju Persalinan Yang Aman Dan Selamat” :
1.      Mendata seluruh ibu hamil
2.      Memasang stiker P4K di setiap rumah ibu hamil
3.      Membuat perencanaan persalinan ( amanat persalinan ) melalui penyiapan :
·         Taksiran persalinan
·         Penolong persalinan
·         Tempat persalinan
·         Pendamping persalinan
·         Transportasi/ Ambulan Desa
·         Calon pendonor Darah
·         Dana
·         Penggunaan metode Kb pasca persalinan

Apa saja yang harus dilakukan oleh ibu, suami dan keluarga?
1.      Sepakat untuk menempelkan stiker P4K sebagai tanda bahwa dirumah tersebut ada ibu hamil dan memanfaatkan Buku KIA untuk mengenali tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas
2.      Mendiskusikan dan menentukan tempat dan calon penolonh persalinan serta menandatangani “Perjanjian Tertulis / Amanat Persalinan”.
·     Suami dan keluarga memberi dukungan moral kepada ibu serta melakukan pendampingan selama pemeriksaan kehamilan dan pada saat proses persalinan berlangsung
·         Suami dan keluarga menyetujui serta mendukung petugas kesehatan melakukan rujukan
3.      Menyiapkan dana untuk kepentingan dan kebutuhan ibu selama hamil, bersalin dan nifas termasuk biaya rujukan.
·        Suami dan keluarga berupaya menyediakan dana yang cukup untuk biaya tindakan penangan komplikasi
·         Suami dan keluarga selalu mendampingi ibu selama tindak penanganan komplikasi
4.      Mengupayakan dan mempersiapkan transportasi jika sewaktu-waktu diperlukan
·         Suami dan keluarga segera menghubungi Ambulan Desa pada saat rujukan
·         bu harus mendapatkan pelayanan tepat cepat terjadi komplikasi dalam kehamilan, persalinan dan nifas
5.      Menyiapkan calon donor darah yang bersedia membantu jika sewaktu-waktu diperlukan
·  Suami ,keluarga dan masyarakat berupaya menyiapkan calon pendonor darah untuk kepentingan tranfusi darah
6.      Mendiskusikan dan menentukan metode Kb yang akan dipergunakan pasca persalinan :
·        Ibu,suami dan keluarga mengetahui jenis, metode, manfaat dan efek samping alat kontrasepsi
·         Ibu, suami dan keluarga bersama-sama menyepakati alat kontrasepsi yang akan digunakan
·       Ibu dan suami bersama-sama datang ke fasilitas kesehataan untuk mendapatkan pelayanan KB
·      Ibu dan suami segera datang ke fasilitas kesehatan, bila mengalami efek samping atau jika akan berganti alat kontrasepsi


Tidak ada komentar: