WELCOME

Kamis, 01 Februari 2018

PELATIHAN KIM DI PEMKOT KOTA





Madiun, (1/2) Pelatihan KIM hari ini. Bersama RTIK ( Relawan TIK ) kota Madiun. Di laksanakan di Ruang LPSE , dibuka oleh Diskom Info dan sie Publik Media Kota Madiun. Dalam pelatihan ini materi yang disampaikan tentang manfaat internet bagi masyarakat dan mengupload vidio di youtube. Diharapkan dari kegiatan ini akan menambah wawasan sekaligus ilmu bagi pengurus KIM Kelurahan Ngegong.

PELATIHAN UNGGAH VIDEO DI YOUTUBE

Madiun, (1/2) Pelatihan KIM hari ini. Bersama RTIK ( Relawan TIK ) kota Madiun. Di laksanakan di Ruang LPSE , dibuka oleh Diskom Info dan sie Publik Media Kota Madiun. Dalam pelatihan ini materi yang disampaikan tentang manfaat internet bagi masyarakat dan mengupload vidio di youtube. Diharapkan dari kegiatan ini akan menambah wawasan sekaligus ilmu bagi pengurus KIM Kelurahan Ngegong.

Selasa, 16 Mei 2017

BIMBINGAN BELAJAR UNTUK ANAK KURANG MAMPU




Masyarakat sekarang menyadari bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan-persoalan yang berhubungan dengan faktor ekonomi, lingkungan atau aset semata—seperti dasar pemikiran pada kegiatan penanggulangan kemiskinan dahulu. Namun juga ada persoalan yang lebih mendasar, yaitu akar penyebab kemiskinan itu sendiri: disebabkan oleh kemalasan ataupun kurangnya pengetahuan.
Pengetahuan memang sangat penting bagi kehidupan manusia itu sendiri. Pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan. Maka, seseorang yang kurang mengerti atau memahami tentang arti pendidikan akan menyebabkan kehidupannya terpuruk. Bagi kebanyakan warga kurang mampu,kemiskinan bukan saja bermakna miskin harta, akan tetapi juga dapat berarti miskin pengetahuan. Karenanya tidak jarang kebutuhan masalah pendidikan untuk anak seringkali dianggap sesuatu yang kurang penting atau bukan menjadi prioritas utama. Fokus kehidupan mereka berkutat pada persoalan pada upaya bagaimana pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari dapat tercukupi. Itulah sebabnya masalah pendidikan anak sebagai generasi penerus bisa menjadi faktor kebutuhan yang nomor buncit, yang pasti bukan sesuatu yang teramat mendesak dan suatu keharusan.  Inilah salah satu factor penyebab mengapa proses kemiskinan berlangsung dari generasi ke generasi seolah tidak pernah menemui titik perhentian. Ketidak mampuan mereka meraih peluang kesempatan kerja di sector formal, akibat terbatasnya pendidikan dan ktrampilan ( life skill ) yang dimiliki, menjadikan kebanyakan dari mereka berserah diri pada nasib. 
Pendidikan adalah salah satu hak yang sudah selayaknya didapatkan oleh semua anak. Berbagai hasil studi menunjukkan, jika pada masa usia dini seorang anak mendapat stimulasi maksimal, maka potensi anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pemerintah pun menaruh perhatian besar terhadap hal tersebut. Terbukti, dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, diatur masalah pendidikan anak. UU ini menegaskan, setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadi serta kecerdasan. Namun, kenyataannya, tidak semua anak bisa mendapatkan atau melanjutkan pendidikan. Khususnya, bagi masyarakat miskin.
Sadar akan masalah tersebut,  KIM Ngegong Kelurahan Ngegong Kecamatan Manguharjo mengusulkan untuk memberikan tambahan pelajaran bagi anak warga miskin yang tidak mampu. Dengan adanya tambahan waktu belajar di luar jam sekolah dengan dipandu tutor yang berpengalaman, setidaknya akan membantu meningkatkan pemahaman anak terhadap berbagai mata pelajaran di sekolah, serta meningkatkan pengetahuan mereka. Kesemuanya itu diharapkan akan merangsang anak untuk dapat berprestasi disekolah.
Bimbingan Belajar ini dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh masing-masing bimbel dengan mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. “Diharapkan dari program tersebut, Ngegong bisa mencetak kader-kader penerus bangsa yang dapat meningkatkan, memajukan dan mensejahterakan warga  Kelurahan Ngegong.
Jadikan keterbatasan sebagai peluang meraih prestasi “. Kemiskinan adalah sebuah kebetulan, mata rantai kemiskinan dapat diputus dengan mejadikan anak-anak kaum papa berprestasi sejajar dengan kalangan menengah atas. Dengan prestasi yang diraih anak, semoga akan merangsang orang tua untuk mendorong anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan bekal pendidikan formal dan pengetahuan yang cukup, kelak dikemudian hari harapan untuk merubah nasib ke arah yang lebih baik akan semakin terbuka lebar. Semoga !!!

Pembinaan Tehnik Pengelolaan Blog bagi Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ) Pemerintah Kota Madiun sebagai Media Informasi Kegiatan Masyarakat

Madiun, 16 Mei 2017, Dinas KOMINFO Kota Madiun bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Madiun, mengadakan acara pembinaan KIM Kelurahan Kota Madiun. Acara yang bertajuk "Pembinaan Teknik Pengelolaan Blog Bagi Kelompok Informasi Masyarakat Pemerintah Kota Madiun sebagai Media Informasi Kegiatan Masyarakat". Acara yang dilaksanakan diruang Lab komputer Universitas Merdeka Madiun dihadiri oleh Perwakilan dari seluruh KIM Kelurahan yang ada di kota Madiun.



Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas KOMINFO Pemerintah Kota Madiun Bpk Gembong Kusdwiarto, S.IP dan dilanjutkan dengan materi utama tehnik penulisan jurnalistik yang baik dan benar yang disampaikan oleh Ibu Maria Febiana Christanti  dan tehnik Fotografi Jurnalistik yang disampaikan oleh bapak Fikri Hasan S,Sos.,M.Si dari Universitas Merdeka Madiun.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan Kelompok Informasi Kota Madiun dapat mengelola blog yang ada dikelurahan masing - masing dengan baik ssebagai sarana informasi kegiatan masyarakat.

Selasa, 12 April 2016

Ekonomi Kreatif



Ekonomi Kreatif memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun
Mungkin kita semua masih ingat, ada yang menarik dari debat Capres tahun 2014 yang lalu, waktu itu dalam debat capres Jokowi ingin mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Ya, ekonomi kreatif termasuk dalam pokok visi misi pasangan Jokowi_Jusuf kalla untuk menarik simpatik masyarakat. Ekonomi kreatif menyimpan potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, ekonomi kreatif juga mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui karya-karya pelaku industri ekonomi kreatif di berbagai subsektor.
Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Ngegong Kota Madiun, berbagai pelatihan dan usaha telah diupayakan untuk meningkatkan ekonomi kreatif untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Madiun, khususnya Kelurahan Ngegong. Beberapa Kegiatan Ekonomi Kreatif yang ada di Kelurahan Ngegong antara lain        :
1.      Home Industri batik
Batik adalah salah satu warisan budaya bangsa yang sampai saat ini masih sangat diminati oleh masyarakat kita. Hampir setiap daerah memiliki industri batik tang memiliki ciri khas yang mencerminkan daerah masing-masing, begitu juga halnya dengan kota Madiun. Batik Segar Harum merupakan ciri khas batik yang menjadi salah satu ikon kota Madiun. Di Kelurahan Ngegong sendiri terdapat home industri batik yang dikelola oleh Bpk. Suyitno. Berbagai macam kreasi motif batik yang telah dihasilkan. Karyanya bukan hanya dipasarkan di Kota Madiun saja tetapi juga dikota-kota lain melalui pameran-pameran industri melalui Disperindagkoppar Kota Madiun.





2.      Sentra Industri Krupuk Kuda Lumping
Siapa yang tak kenal krupuk, krupuk salah satu makanan kegemaran masyarakat Indonesia, apalagi masyarakat Kota Madiun yang terkenal dengan industri sambal pecel. Krupuk dan sambal pecel, hmm... mendengar namanya saja sudah membuat lidah kita bergoyang. Di Kelurahan Ngegong juga terdapat home industri krupuk kuda lumping. Krupuk Kuda Lumping Bodronoyo namanya. Krupuk ini diproduksi oleh ibu Sukati, seorang wanita lansia dibantu oleh putrinya mengelola usaha tersebut.






3.      Pemanfaatan Tanah Pekarangan
Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif seperti tanaman holtikultura         ( tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman hias ), obat-obatan, rempah-rempah dan lainnya juga akan memberikan keuntungan yang bersifat ganda, baik dari segi keamanan pangan ( aman dari zat pencemar ), menopang ekonomi keluarga maupun keuntungan dari segi estetika ( keindahan lingkungan ).
            Hal inilah yang dilakukan oleh ibu Yatini Suyatno dirumahnya. Karena kesadarannya akan pentingnya intensifikasi pekarangan, maka ibu Yatini berusaha memanfaatkan tanah pekarangan dan juga lahan kosong yang dimilikinya untuk kegiatan budidaya pertanian.
            Di lahan kosong yang beliau miliki, Ibu Jatini bisa meanam berbagai tanaman sayur, tanaman hias, dan tanaman buah-buahan. Dengan pengaturan efektif dapat kita lihat tanaman buah antara lain pisang dan belimbing. Sedangkan tanaman sayur yang ada  adalah tomat, cabai, kemangi dll. Benar-benar diharapkan bisa bermanfaat setiap jengkal pekarangan yang ada.






Rabu, 11 Juni 2014

PAUD NANAS





PNPM Mandiri adalah salah satu program pro rakyat unggulan Pemerintah. Berbagai pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan oleh PNPM Mandiri Perkotaan mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat khususnya masyarakat Ngegong. Hal ini disebabkan PNPM Mandiri perkotaan adalah kegiatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat, yakni masyarakat yang berperan langsung dalam merencanakan , melaksanakan, dan menikmati manfaat berbagai  pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh PNPM Mandiri Perkotaan.
Di Kelurahan Ngegong, PNPM Mandiri juga ikut serta berpartisipasi baik dibidang lingkungan, ekonomi maupun sosial. Dibidang Lingkungan, selain pembuatan saluran air dibeberapa rumah warga, PNPM Mandiri  juga sangat memperhatikan  di sektor pendidikan. Dan salah satu wujud nyata yaitu dengan didirikannya sebuah gedung  Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) yang diberi nama PAUD NANAS di sebuah tanah wakaf  yang terletak di jalan Gembili RT.15 RW.05. Gedung PAUD tersebut berukuran 5 meter x 6 meter, yang terdiri dari 1 ruang dengan biaya pembangunannya menghabiskan biaya sekitar 32 juta .yang semuanya berasal dari dana PNPM Mandiri Perkotaan dengan ditambah dana swadaya masyarakat. Sejak awal didirikannya PAUD NANAS tahun 2006 sampai dengan saat ini,  kegiatan belajar mengajar diadakan dengan cara menumpang di rumah Ibu Tatik, salah seorang warga masyarakat Ngegong, di jalan Ketimun RT.16 RW.05.  Mengingat pentingnya Pendidikan anak-anak PAUD itu maka warga menyarankan untuk mendirikan gedung PAUD yang belokasi di jalan gembili ini.
Pembangunan yang dimulai pada awal bulan Oktober 2013, dibawah pengawasan KSM Nanas dengan Ketua KSM Bapak Mukatab. Dengan dibantu oleh Warga sekitar pembangunan dapat berjalan dengan lancar walaupun masih banyak yang harus dibenahi.



PAUD NANAS memiliki 25  orang murid dan 3 orang guru, 1 orang Kepsek serta 1 orang pengelola.Mayoritas murid- muridnya adalah anak-anak petani dan pedagang yang berdomisili disekitar kelurahan Ngegong. Walaupun pembangunan gedung PAUD NANAS belum sepenuhnya terwujud tapi kegembiraan tetap terpancar diwajah para wali murid dan guru yang telah lama mengajar. Mereka bersyukur pada akhirnya PAUD NANAS dapat memiliki gedung sendiri.
Semoga dengan berdirinya gedung PAUD NANAS yang baru dapat semakin meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan anak-anak PAUD dapat semakin gembira dan memotivasi mereka untuk belajar lebih rajin.



Maju bersama PNPM Mandiri Perkotaan





                Tak kenal  maka tak sayang, mungkin itulah pepatah yang tepat untuk melukiskan keberadaan PNPM Mandiri Perkotaan. Mungkin masih banyak masyarakat yang belum begitu mengenal apa dan bagaimana program PNPM Mandiri, padahal sejak keberadaannya, PNPM Mandiri telah banyak membantu masyarakat khususnya masyarakat kurang  mampu melalui program-programnya baik dibidang lingkungan, sosial maupun ekonomi.
                Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan ( PNPM  Perkotaan ) adalah Program yang bertujuan memberdayakan masyarakat agar mampu mengatasi kemiskinan yang dialaminya. Sejalan dengan konsep strategi PNPM Mandiri Perkotaan untuk mendorong terjadinya  proses transformasi sosial dimasyarakat, dari kondisi masyarakat miskin menuju masyarakat yang lebih mandiri dan pada akhirnya menuju masyarakat madani. Salah satu langkah yang dilakukan, maka PNPM Mandiri Perkotaan menganggap perlu melakukan pendampingan dan pembelajaran kepada masyarakat.
                Untuk itu pada tanggal 25 - 26 September 2013 diadakan pelatihan penguatan Kelompok Swadaya Masyarakat  ( KSM ), LKM, Unit Pengelola ( UP ) dan RT, RW, Relawan dan Tokoh masyarakat Ngegong yang diadakan di Kantor Kelurahan Ngegong yang beralamatkan di jalan Keningar 15. Pelatihan ini dihadiri oleh kurang lebih 60 orang. Pelatihan ini difasilitasi oleh LKM “ SEJAHTERA “ serta materi pelatihan dipandu oleh Tim Faskel  Jatim 53. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 70 orang ini dapat berjalan dengan lancar.
                Tujuan dari Pelatihan Penguatan ini adalah agar masyarakat lebih memahami tentang arti, maksud dan tujuan PNPM Mandiri Perkotaan, sehingga semua program-program yang laksanakan oleh PNPM Mandiri Perkotaan dapat berjalan dengan lancar. Pelatihan Penguatan tersebut dibagi dalam beberapa kelompok kecil.

1.                  Kelompok Swadaya Masyarakat
Kelompok Swadaya Masyarakat atau yang biasa disingkat dengan KSM adalah kumpulan orang yang menyatukan diri secara sukarela dalam kelompok dikarenakan adanya Visi , kepentingan dan kebutuhan yang sama, sehingga kelompok tersebut memiliki tujuan yang ingin dicapai bersama. Posisi KSM dalam PNPM Mandiri Perkotaan adalah sebagai pelaku langsung dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan. Anggota masyarakat yang tergabung dalam KSM tidak hanya untuk meningkatkan wawasan tentang prinsip dan nilai PNPM Mandiri Perkotaan, akan tetapi melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. KSM juga merupakan wadah bagi tumbuhnya rasa percaya diri , semangat kemandirian, saling kepercayaan sosial, rasa kebersamaan dan lain-lain.
Selain itu, KSM dapat menjadi tempat pertukaran informasi, bertukar pengalaman, peningkatan wawasan, pembahasan masalah kemasyarakatan baik yang berhubungan dengan kesejahteraan maupun berkaitan dengan pengambilan keputusan publik. Maka KSM diharapkan dapat berperan dan berfungsi sebagai berikut :
a.       Sebagai sarana pendorong dalam proses perubahan sosial.
b.      Sebagai wadah pembahasan dan penyelesaian masalah.
c.       Sebagai wadah untuk menyalurkan inspirasi.
d.      Sebagai wadah untuk menggalang tumbuhnya saling kepercayaan.
Melalui KSM , para anggota bisa saling terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dan menjadi tanggung jawab atas dasar saling percaya.
e.      Sebagai wahana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jika masyarakat membutuhkan dana atau modal usaha, maka KSM bisa berfungsi sebagai sumber keuangan.
Di kelurahan Ngegong sendiri ada beberapa KSM-KSM yang bergerak dalam bidangnya masing-masing. Dengan demikian KSM – KSM di Kelurahan Ngegong diharapkan dapat membantu dan mendorong terjadinya proses transformasi sosial di masyarakat kelurahan Ngegong dari kondisi masyarakat yang tidak mampu menuju masyarakat yang lebih berdaya atau mampu mandiri dan pada akhirnya menuju masyarakat madani.


1.                   Lembaga Keswadayaan Masyarakat ( LKM )
Tanggung jawab utama LKM adalah
a.       Menjamin bahwa seluruh aset lembaga digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat.
b.      LKM menjamin bahwa catatan dan buku akuntansi digunakan dengan tepat , laporan dan catatan bulanan dan tahunan disajikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c.       LKM dan semua unit operasionalnya menjamin bahwa istem prosedur keuangan lembaga selalu ditaati, dan melaporkan segera setiap terjadi perbedaan atau penyimpangan.

2.                   Sekretariat LKM
Sekretariat LKM berfungsi  untuk :
a.  Mencatat semua penerimaan dan memastikan pengamannya sampai dengan disetoke bank
b.   Memelihara catatan semua aset selalu diperbarui dan melakukan pengecekan secara rutin untuk memastikan pengamanannya
c.     Menyiapkan dokumen pengeluaran ( Bukti Kas keluar ) untuk diotorisasi oleh koordinator atau anggota LKM yang ditetapkan.
d.        Mengelola dana operasional tunai, bertanggung jawab atas penghitungan dan pengecekannya apabila diperlukan.
e.        Menyiapkan catatan semua kegiataan dan pengelolaan keuangan di LKM