KIM Ngegong didirikan pada tanggal 19 April 2010 di Kelurahan Ngegong Madiun. KIM Ngegong merupakan Kelompok Informasi Masyarakat yang ada di Kelurahan Ngegong yang bertujuan untuk mencari,megulas,dan menyebar luaskan informasi kepada Masyarakat Umum tentang kegiatan-kegiatan yang ada pada wilayah Ngegong dan sekitarnya.
WELCOME
Kamis, 01 Februari 2018
PELATIHAN KIM DI PEMKOT KOTA
Madiun, (1/2) Pelatihan KIM hari ini. Bersama RTIK ( Relawan TIK ) kota Madiun. Di laksanakan di Ruang LPSE , dibuka oleh Diskom Info dan sie Publik Media Kota Madiun. Dalam pelatihan ini materi yang disampaikan tentang manfaat internet bagi masyarakat dan mengupload vidio di youtube. Diharapkan dari kegiatan ini akan menambah wawasan sekaligus ilmu bagi pengurus KIM Kelurahan Ngegong.
PELATIHAN UNGGAH VIDEO DI YOUTUBE
Madiun, (1/2) Pelatihan KIM hari ini. Bersama RTIK ( Relawan TIK ) kota Madiun. Di laksanakan di Ruang LPSE , dibuka oleh Diskom Info dan sie Publik Media Kota Madiun. Dalam pelatihan ini materi yang disampaikan tentang manfaat internet bagi masyarakat dan mengupload vidio di youtube. Diharapkan dari kegiatan ini akan menambah wawasan sekaligus ilmu bagi pengurus KIM Kelurahan Ngegong.
Selasa, 16 Mei 2017
BIMBINGAN BELAJAR UNTUK ANAK KURANG MAMPU
Masyarakat sekarang menyadari
bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan-persoalan yang berhubungan dengan faktor
ekonomi, lingkungan atau aset semata—seperti dasar pemikiran pada kegiatan
penanggulangan kemiskinan dahulu. Namun juga ada persoalan yang lebih mendasar,
yaitu akar penyebab kemiskinan itu sendiri: disebabkan oleh kemalasan ataupun
kurangnya pengetahuan.
Pengetahuan
memang sangat penting bagi kehidupan manusia itu sendiri. Pengetahuan dapat
diperoleh melalui pendidikan. Maka, seseorang yang kurang mengerti atau
memahami tentang arti pendidikan akan menyebabkan kehidupannya terpuruk. Bagi
kebanyakan warga kurang mampu,kemiskinan bukan saja bermakna miskin harta, akan
tetapi juga dapat berarti miskin pengetahuan. Karenanya tidak jarang kebutuhan
masalah pendidikan untuk anak seringkali dianggap sesuatu yang kurang penting
atau bukan menjadi prioritas utama. Fokus kehidupan mereka berkutat pada
persoalan pada upaya bagaimana pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari dapat
tercukupi. Itulah sebabnya masalah pendidikan anak sebagai generasi penerus
bisa menjadi faktor kebutuhan yang nomor buncit, yang pasti bukan sesuatu yang
teramat mendesak dan suatu keharusan. Inilah salah satu factor penyebab
mengapa proses kemiskinan berlangsung dari generasi ke generasi seolah tidak
pernah menemui titik perhentian. Ketidak mampuan mereka meraih peluang
kesempatan kerja di sector formal, akibat terbatasnya pendidikan dan ktrampilan
( life skill ) yang dimiliki, menjadikan kebanyakan dari mereka berserah diri
pada nasib.
Pendidikan adalah salah satu hak
yang sudah selayaknya didapatkan oleh semua anak. Berbagai hasil studi
menunjukkan, jika pada masa usia dini seorang anak mendapat stimulasi maksimal,
maka potensi anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pemerintah pun menaruh perhatian
besar terhadap hal tersebut. Terbukti, dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, diatur masalah pendidikan anak. UU ini
menegaskan, setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam
rangka pengembangan pribadi serta kecerdasan. Namun, kenyataannya, tidak semua
anak bisa mendapatkan atau melanjutkan pendidikan. Khususnya, bagi masyarakat
miskin.
Sadar akan
masalah tersebut, KIM Ngegong Kelurahan Ngegong
Kecamatan Manguharjo mengusulkan untuk memberikan tambahan pelajaran bagi anak
warga miskin yang tidak mampu. Dengan adanya tambahan waktu belajar di
luar jam sekolah dengan dipandu tutor yang berpengalaman, setidaknya akan
membantu meningkatkan pemahaman anak terhadap berbagai mata pelajaran di
sekolah, serta meningkatkan
pengetahuan mereka. Kesemuanya itu diharapkan akan merangsang anak untuk dapat
berprestasi disekolah.
Bimbingan Belajar ini
dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh masing-masing bimbel
dengan mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. “Diharapkan
dari program tersebut, Ngegong bisa mencetak kader-kader penerus bangsa yang
dapat meningkatkan, memajukan dan mensejahterakan warga Kelurahan Ngegong.
Jadikan keterbatasan sebagai peluang meraih prestasi “. Kemiskinan adalah
sebuah kebetulan, mata rantai kemiskinan dapat diputus dengan mejadikan
anak-anak kaum papa berprestasi sejajar dengan kalangan menengah atas. Dengan
prestasi yang diraih anak, semoga akan merangsang orang tua untuk mendorong
anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan
bekal pendidikan formal dan pengetahuan yang cukup, kelak dikemudian hari
harapan untuk merubah nasib ke arah yang lebih baik akan semakin terbuka lebar.
Semoga !!!
Pembinaan Tehnik Pengelolaan Blog bagi Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ) Pemerintah Kota Madiun sebagai Media Informasi Kegiatan Masyarakat
Madiun, 16 Mei 2017, Dinas KOMINFO Kota Madiun bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Madiun, mengadakan acara pembinaan KIM Kelurahan Kota Madiun. Acara yang bertajuk "Pembinaan Teknik Pengelolaan Blog Bagi Kelompok Informasi Masyarakat Pemerintah Kota Madiun sebagai Media Informasi Kegiatan Masyarakat". Acara yang dilaksanakan diruang Lab komputer Universitas Merdeka Madiun dihadiri oleh Perwakilan dari seluruh KIM Kelurahan yang ada di kota Madiun.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas KOMINFO Pemerintah Kota Madiun Bpk Gembong Kusdwiarto, S.IP dan dilanjutkan dengan materi utama tehnik penulisan jurnalistik yang baik dan benar yang disampaikan oleh Ibu Maria Febiana Christanti dan tehnik Fotografi Jurnalistik yang disampaikan oleh bapak Fikri Hasan S,Sos.,M.Si dari Universitas Merdeka Madiun.
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan Kelompok Informasi Kota Madiun dapat mengelola blog yang ada dikelurahan masing - masing dengan baik ssebagai sarana informasi kegiatan masyarakat.
Selasa, 12 April 2016
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif memacu
pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun
Mungkin kita semua
masih ingat, ada yang menarik dari debat Capres tahun 2014 yang lalu, waktu itu
dalam debat capres Jokowi ingin mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Ya,
ekonomi kreatif termasuk dalam pokok visi misi pasangan Jokowi_Jusuf kalla
untuk menarik simpatik masyarakat. Ekonomi kreatif menyimpan potensi yang besar
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja,
ekonomi kreatif juga mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui
karya-karya pelaku industri ekonomi kreatif di berbagai subsektor.
Seperti halnya yang
dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Ngegong Kota Madiun, berbagai pelatihan dan
usaha telah diupayakan untuk meningkatkan ekonomi kreatif untuk menunjang
pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Madiun, khususnya Kelurahan Ngegong.
Beberapa Kegiatan Ekonomi Kreatif yang ada di Kelurahan Ngegong antara lain :
1.
Home Industri batik
Batik
adalah salah satu warisan budaya bangsa yang sampai saat ini masih sangat
diminati oleh masyarakat kita. Hampir setiap daerah memiliki industri batik
tang memiliki ciri khas yang mencerminkan daerah masing-masing, begitu juga
halnya dengan kota Madiun. Batik Segar Harum merupakan ciri khas batik yang
menjadi salah satu ikon kota Madiun. Di Kelurahan Ngegong sendiri terdapat home
industri batik yang dikelola oleh Bpk. Suyitno. Berbagai macam kreasi motif
batik yang telah dihasilkan. Karyanya bukan hanya dipasarkan di Kota Madiun
saja tetapi juga dikota-kota lain melalui pameran-pameran industri melalui
Disperindagkoppar Kota Madiun.
2.
Sentra Industri Krupuk Kuda Lumping
Siapa
yang tak kenal krupuk, krupuk salah satu makanan kegemaran masyarakat
Indonesia, apalagi masyarakat Kota Madiun yang terkenal dengan industri sambal
pecel. Krupuk dan sambal pecel, hmm... mendengar namanya saja sudah membuat
lidah kita bergoyang. Di Kelurahan Ngegong juga terdapat home industri krupuk
kuda lumping. Krupuk Kuda Lumping Bodronoyo namanya. Krupuk ini diproduksi oleh
ibu Sukati, seorang wanita lansia dibantu oleh putrinya mengelola usaha
tersebut.
3.
Pemanfaatan Tanah Pekarangan
Pemanfaatan pekarangan dengan
tanaman produktif seperti tanaman holtikultura ( tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, dan
tanaman hias ), obat-obatan, rempah-rempah dan lainnya juga akan memberikan
keuntungan yang bersifat ganda, baik dari segi keamanan pangan ( aman dari zat
pencemar ), menopang ekonomi keluarga maupun keuntungan dari segi estetika (
keindahan lingkungan ).
Hal
inilah yang dilakukan oleh ibu Yatini Suyatno dirumahnya. Karena kesadarannya
akan pentingnya intensifikasi pekarangan, maka ibu Yatini berusaha memanfaatkan
tanah pekarangan dan juga lahan kosong yang dimilikinya untuk kegiatan budidaya
pertanian.
Di
lahan kosong yang beliau miliki, Ibu Jatini bisa meanam berbagai tanaman sayur,
tanaman hias, dan tanaman buah-buahan. Dengan pengaturan efektif dapat kita
lihat tanaman buah antara lain pisang dan belimbing. Sedangkan tanaman sayur
yang ada adalah tomat, cabai, kemangi
dll. Benar-benar diharapkan bisa bermanfaat setiap jengkal pekarangan yang ada.
Rabu, 11 Juni 2014
PAUD NANAS
PNPM Mandiri
adalah salah satu program pro rakyat unggulan Pemerintah. Berbagai pembangunan
infrastruktur yang telah dilakukan oleh PNPM Mandiri Perkotaan mendapatkan
sambutan hangat dari masyarakat khususnya masyarakat Ngegong. Hal ini
disebabkan PNPM Mandiri perkotaan adalah kegiatan yang berbasis pemberdayaan
masyarakat, yakni masyarakat yang berperan langsung dalam merencanakan ,
melaksanakan, dan menikmati manfaat berbagai pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh
PNPM Mandiri Perkotaan.
Di Kelurahan
Ngegong, PNPM Mandiri juga ikut serta berpartisipasi baik dibidang lingkungan,
ekonomi maupun sosial. Dibidang Lingkungan, selain pembuatan saluran air
dibeberapa rumah warga, PNPM Mandiri
juga sangat memperhatikan di
sektor pendidikan. Dan salah satu wujud nyata yaitu dengan didirikannya sebuah
gedung Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD
) yang diberi nama PAUD NANAS di sebuah tanah wakaf yang terletak di jalan Gembili RT.15 RW.05.
Gedung PAUD tersebut berukuran 5 meter x 6 meter, yang terdiri dari 1 ruang
dengan biaya pembangunannya menghabiskan biaya sekitar 32 juta .yang semuanya
berasal dari dana PNPM Mandiri Perkotaan dengan ditambah dana swadaya
masyarakat. Sejak awal didirikannya PAUD NANAS tahun 2006 sampai dengan saat
ini, kegiatan belajar mengajar diadakan
dengan cara menumpang di rumah Ibu Tatik, salah seorang warga masyarakat Ngegong,
di jalan Ketimun RT.16 RW.05. Mengingat
pentingnya Pendidikan anak-anak PAUD itu maka warga menyarankan untuk
mendirikan gedung PAUD yang belokasi di jalan gembili ini.
Pembangunan
yang dimulai pada awal bulan Oktober 2013, dibawah pengawasan KSM Nanas dengan
Ketua KSM Bapak Mukatab. Dengan dibantu oleh Warga sekitar pembangunan dapat
berjalan dengan lancar walaupun masih banyak yang harus dibenahi.
PAUD NANAS
memiliki 25 orang murid dan 3 orang
guru, 1 orang Kepsek serta 1 orang pengelola.Mayoritas murid- muridnya adalah
anak-anak petani dan pedagang yang berdomisili disekitar kelurahan Ngegong. Walaupun
pembangunan gedung PAUD NANAS belum sepenuhnya terwujud tapi kegembiraan tetap
terpancar diwajah para wali murid dan guru yang telah lama mengajar. Mereka
bersyukur pada akhirnya PAUD NANAS dapat memiliki gedung sendiri.
Semoga dengan
berdirinya gedung PAUD NANAS yang baru dapat semakin meningkatkan kegiatan
belajar mengajar dan anak-anak PAUD dapat semakin gembira dan memotivasi mereka
untuk belajar lebih rajin.
Maju bersama PNPM Mandiri Perkotaan
Tak
kenal maka tak sayang, mungkin itulah
pepatah yang tepat untuk melukiskan keberadaan PNPM Mandiri Perkotaan. Mungkin
masih banyak masyarakat yang belum begitu mengenal apa dan bagaimana program
PNPM Mandiri, padahal sejak keberadaannya, PNPM Mandiri telah banyak membantu
masyarakat khususnya masyarakat kurang
mampu melalui program-programnya baik dibidang lingkungan, sosial maupun
ekonomi.
Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan ( PNPM Perkotaan ) adalah Program yang bertujuan
memberdayakan masyarakat agar mampu mengatasi kemiskinan yang dialaminya.
Sejalan dengan konsep strategi PNPM Mandiri Perkotaan untuk mendorong
terjadinya proses transformasi sosial
dimasyarakat, dari kondisi masyarakat miskin menuju masyarakat yang lebih
mandiri dan pada akhirnya menuju masyarakat madani. Salah satu langkah yang
dilakukan, maka PNPM Mandiri Perkotaan menganggap perlu melakukan pendampingan
dan pembelajaran kepada masyarakat.
Untuk
itu pada tanggal 25 - 26 September 2013 diadakan pelatihan penguatan Kelompok
Swadaya Masyarakat ( KSM ), LKM, Unit
Pengelola ( UP ) dan RT, RW, Relawan dan Tokoh masyarakat Ngegong yang diadakan
di Kantor Kelurahan Ngegong yang beralamatkan di jalan Keningar 15. Pelatihan
ini dihadiri oleh kurang lebih 60 orang. Pelatihan ini difasilitasi oleh LKM “
SEJAHTERA “ serta materi pelatihan dipandu oleh Tim Faskel Jatim 53. Acara yang dihadiri oleh kurang
lebih 70 orang ini dapat berjalan dengan lancar.
Tujuan
dari Pelatihan Penguatan ini adalah agar masyarakat lebih memahami tentang
arti, maksud dan tujuan PNPM Mandiri Perkotaan, sehingga semua program-program
yang laksanakan oleh PNPM Mandiri Perkotaan dapat berjalan dengan lancar. Pelatihan
Penguatan tersebut dibagi dalam beberapa kelompok kecil.
1.
Kelompok
Swadaya Masyarakat
Kelompok
Swadaya Masyarakat atau yang biasa disingkat dengan KSM adalah kumpulan orang
yang menyatukan diri secara sukarela dalam kelompok dikarenakan adanya Visi ,
kepentingan dan kebutuhan yang sama, sehingga kelompok tersebut memiliki tujuan
yang ingin dicapai bersama. Posisi KSM dalam PNPM Mandiri Perkotaan adalah
sebagai pelaku langsung dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan.
Anggota masyarakat yang tergabung dalam KSM tidak hanya untuk meningkatkan
wawasan tentang prinsip dan nilai PNPM Mandiri Perkotaan, akan tetapi
melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. KSM juga merupakan wadah bagi
tumbuhnya rasa percaya diri , semangat kemandirian, saling kepercayaan sosial,
rasa kebersamaan dan lain-lain.
Selain itu,
KSM dapat menjadi tempat pertukaran informasi, bertukar pengalaman, peningkatan
wawasan, pembahasan masalah kemasyarakatan baik yang berhubungan dengan
kesejahteraan maupun berkaitan dengan pengambilan keputusan publik. Maka KSM diharapkan
dapat berperan dan berfungsi sebagai berikut :
a.
Sebagai sarana pendorong dalam proses perubahan
sosial.
b.
Sebagai wadah pembahasan dan penyelesaian
masalah.
c.
Sebagai wadah untuk menyalurkan inspirasi.
d.
Sebagai wadah untuk menggalang tumbuhnya saling
kepercayaan.
Melalui KSM , para anggota bisa saling terlibat dalam
pelaksanaan kegiatan dan menjadi tanggung jawab atas dasar saling percaya.
e.
Sebagai wahana untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi masyarakat.
Jika masyarakat membutuhkan dana atau modal usaha, maka
KSM bisa berfungsi sebagai sumber keuangan.
Di kelurahan
Ngegong sendiri ada beberapa KSM-KSM yang bergerak dalam bidangnya
masing-masing. Dengan demikian KSM – KSM di Kelurahan Ngegong diharapkan dapat
membantu dan mendorong terjadinya proses transformasi sosial di masyarakat
kelurahan Ngegong dari kondisi masyarakat yang tidak mampu menuju masyarakat
yang lebih berdaya atau mampu mandiri dan pada akhirnya menuju masyarakat
madani.
1.
Lembaga
Keswadayaan Masyarakat ( LKM )
Tanggung jawab
utama LKM adalah
a.
Menjamin bahwa seluruh aset lembaga digunakan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan dipertanggungjawabkan kepada
masyarakat sebagai penerima manfaat.
b.
LKM menjamin bahwa catatan dan buku akuntansi
digunakan dengan tepat , laporan dan catatan bulanan dan tahunan disajikan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c.
LKM dan semua unit operasionalnya menjamin bahwa
istem prosedur keuangan lembaga selalu ditaati, dan melaporkan segera setiap
terjadi perbedaan atau penyimpangan.
2.
Sekretariat
LKM
Sekretariat LKM
berfungsi untuk :
a. Mencatat semua penerimaan dan memastikan
pengamannya sampai dengan disetoke bank
b. Memelihara catatan semua aset selalu diperbarui
dan melakukan pengecekan secara rutin untuk memastikan pengamanannya
c.
Menyiapkan dokumen pengeluaran ( Bukti Kas
keluar ) untuk diotorisasi oleh koordinator atau anggota LKM yang ditetapkan.
d.
Mengelola dana operasional tunai, bertanggung
jawab atas penghitungan dan pengecekannya apabila diperlukan.
e.
Menyiapkan catatan semua kegiataan dan
pengelolaan keuangan di LKM
Langganan:
Postingan (Atom)




